Salam dari Biji Kopi Nusantara

Ada dua hal yang langsung teringat ketika melontarkan kata “kopi” pahit dan bergadang. Kamu pasti pernahkan merasa pahitnya secangkir kopi, bukan kopi instant ya. Karena sensasi dari kopi yang dibuat dengan teknik manual brewing beda dari mulai cita rasa sampai prosesnya. “it takes time to make an art” dan berlaku untuk secangkir kopi.

Pecinta kopi aliran keras pasti paham kalau membuat kopi yang enak tidak sekedar tuang, seduh dan aduk ala kopi instant. Buat kopi ala cafe juga bisa dilakukan sendiri dengan menggunakan alat brewing manual yang dapat dijumpai bebas dipasaran.

Bentuk yang ringkas dan portable bisa buat siapapun merasa jadi barista walau hanya untuk konsumsi rumahan. Ingin tahu beberapa teknik brewing manual yang Anda bisa coba sendiri di rumah, baca terus ya artikel ini sampai tuntas.

Berbagai Teknik Manual Brewing Kopi

Kalau pergi ke kopi shop atau cafe jangan hanya tahu cappucino atau expresso dong. Penyajian kopi ada beraneka ragam loh. Untuk kamu yang ingin benar-benar melek kopi dan bukan hanya dengan menyeruputnya, bisa memepelajari berbagai teknik brewingmanual sebagai berikut.

French Press

Teknik Manual Brew French Press
Teknik French Press oleh stumptowncoffee.com

Perancis yang terkenal dengan jalan-jalannya yang berjejeran denga cafe tentu memiliki teknik yang didaulatkan oleh fakta tersebut. Penyajiannya menggunakan gelas khusus yang ditekan di tutup gelasnya.

So, itulah kenapa namanya jadi French Press.  Taruh kopi dengan komposisi 60 gram kopi untuk 1 liter air yang diendapkan selama 4 menit. Lalu tekan agar ampas kopi terpisah dan tuang kopi Anda

Pour Over (Drip)

Teknik Manual Brew Pour Over Drip
Photo by andrew welch on Unsplash

Menyaring biji kopi dengan membiarkan ampasnya terektrasi dengan lembut tanpa tekanan adalah inti dari teknik manual brewing dripping berikut. Aroma kopi akan menyeruak dan mengisi seisi ruangan dengan cara ini. Cita rasa lembut akan lebih terasa dengan membiarkan kopi terseduh dari tiap tetesannya.

Alat untuk secara manual menyeduh kopi secara dripping ini memiliki corong berbentuk V . Kamu akan mendapatkan hasil brewing terbaik dengan mengarahkan alat dengan kemiringan 60 derajat. Selain itu guratannya memperlambat laju kopi dengan sempurna. Lalu tuangkan air panas dalam teko kecil dengan gerakan memutar. Selain itu kamu perlu sebuah cangkir, filter sebagai alas, dan teko yang berleher panjang. Trik ini adalah gerakan yang dipercaya dapat mengeluarkan aroma kopi dengan sempurna.

Aeropress

Teknik Manual Brew Aeropress
Photo by Benny Hendra on Unsplash

Teknik yang dikembangkan sejak 2005 ini sangat praktif untuk kamu yang butuh kopi dalam perjalanan. Caranya praktis dan alat brewingnya tidak mudah pecah dan cukup mungil untuk diselipkan dalam ransel.

Terdapat dua tabung yang disatukan digunkan dengan memanfaatkan tekanan udara. Alat yang mirip dengan suntikan ini menekan campuran air panas dan kopi sampai tersaring lalu disajikan. Teknik mengaduk kopi ada beberapa opsi. Kamu dapat mengaduk cukup tiga kali sampai sepuluh kali. Lakukan saat kopi dituang air panas, lalu menggunakanAeropress.

Syphon

Teknik Manual Brew Syphon
Photo by green ant on Unsplash

Teknik manual brewing yang pas tidak selalu berarti terlalu lama atau terlalu sebentar. Coba kamu pakai cara syphon untuk proses brewing yang lama dan rasa yang menakjubkan. So, pastikan kamu tidak sedang buru-buru kalau pakai teknik ini.

Kamu akan memasak kopi di tabung khusus. Bentuknya menempatkan kopi di atas, air di bawah, dan bagian spiritus di bawah alat syphon. Saat air telah mendidih, air lalu naik ke bagian kopi. Akhirnya, copot bagian spiritus, aduk kopi, dan kopi akan mengalir ke cangkir untuk dsajikan.

Cold Brew

Teknik Manual Brew Cold Brew
Photo by Tyler Nix on Unsplash

Brewing untuk mendapatkan segelas kopi dingin bukan hanya menambahkan es pada kopi hitam. Teknik Cold Brew memerlukan waktu kurang lebih 12 jam untuk diseduh. Jadi, hanya cafe saja yang menyediakan brewing dengan cara ini. Toko kopi menyediakannya dalam bentuk sudah di brewing dan hanya perlu dinikmati dalam bentuk dingin.

Kopi bubuk dimasukan pada alat seduh dan ditetesi air es. Metode ini mengurangi tingkat keasaman pada kopi dan nyaman untuk kamu yang bermasalah dengan pencernaan. Biarkan air kopi masuk ke gelas tetes demi tetes. Cara ini menguatkan rasa buah atau kacang-kacangan dari biji kopi.

Vietnam Drip

Teknik Manual Brew Vietnam Drip
Photo by Kafeincombi

Teknik mengeluarkan kopi dengan cara dripping memiliki beberapa variasi. Vietnam Drip terinspirasi dengan kopi tetes Vietnam yang ditambahkan krimer atau susu kental manis, jadi kopi pilihanya cenderung lebih pahit. Teknik manual brewing berikut terdiri dari tiga bagian yakni saringan atas dan bawah, cangkir, serta  penutup.

Inti dari cara brewing Vietnam adalah bagian saringan bawah atau tamper untuk mengeluarkan sari pati kopi. Kamu dapat memilih tamper dengan sekrup atau tidak. Tambahan sekrup memberikan tambahan tekanan. Kopi lalu akan sedikit demi sedikit turun dengan cara dripping.

Flat Bottom

Teknik Manual Brew Flat Bottom
Photo by intelligentsiacoffee

Teknik dripping versi awal ini menyeduh kopi dengan cara yang hampir sama dengan teknik pour over atau V60. Rasa kopinya akan lebih kuat karena laju air saat di seduh lebih lambat dari V60 dikarenakan hanya ada satu lubang dan bentuknya yang lebih kecil.

Cara menyeduh kopi dengan cara ini menekankan rasa pahit kopi yang dominan. Pilihan biji kopinya sering jatuh pada kopi robusta yang punya ciri khas yang pahit. Paduan rasa original dan bentuk drippingnya mempengaruhi rasa yang dihasilkan.

Chemex

Teknik Manual Brew Chemex
Photo by Andreas Palmer on Unsplash

Membuat kopi mengembalikan pada selera. Untuk penyuka teknik manual brewing dengan cara dripping atau kopi filter baik V60 dan Chemex yang paling populer digunakan. Chemex selangkah lebih berhasil memberikan kopi yang lebih bersih dengan saringannya yang berlipat-lipat dan membuat laju tetesan  lebih lambat.

Berbentuknya lebih cantik karena hanya terbuat dengan material wood collar dengan filter yang jauh lebih besar dari teknik brewing lainnya. Rasio penyeduhannya adalah 14 ml air dan 10 gram kopi. Cara menyeduhnya dengan menuangkan air dengan gerakan melingkar lalu menunggu kopi mengembang.

Sanger

Kopi Sanger Teknik Manual Brew Tradisional asal Aceh
Photo by Himawan.Adhi

Teknik tradisional di Indonesia ini hanya ditemukan di daerah Aceh. Cara menyeduhnya adalah dengan menuang kopi yang dicampur dengan gula dan susu pada saringan berbentuk kerucut. Setelah mengendap sampai tuntas barulah kopi dapat dinikmati. Janggan kira karena  sudah ditambah susu dan gula makan rasa pahitnya akan samar. Cara manual ini tetap sukses mendominasi dengan rasa pahit kopinya

Hal Penting Saat Melakukan Teknik Manual Brewing Kopi

Kopi yang Fresh

Membuat secangkir kopi secara manual berarti menggunakan biji kopi. Berbeda dengan kopi instant yang dikemas dalam sachet atau pouch. Sejatinya kamu harus pandai memilih biji kopi dan menyimpannya agar kesegaran tetap terjaga. Rasa akan sangat bergantung dengan kesegaran dari biji kopi!

Kualitas dengan harga memang saling berkaitan. Kopi mahal menjamin kualitas kopi yang kamu nikmat. So, walaupun kamu tidak paham dengan berbagai jenis kopi atau cara penyeduhannya, kalau harga secangkip kopi mahal maka nikmati lebih lama. Sensasi yang didapat juga akan jauh lebih beda. Pengetahuan tentang varian kopi akan lebih membantu kala memutuskan membeli biji kopi yang sesuai dengan cara brewing dan bukan merusak cita rasanya.

Timbangan Yang Tepat

Kopi memah pahit namun tiap seduhan ada takarannya. Seperti teknik manual brewing yang dibahas di atas. Ada alat yang cocok dengan kopi pahit dan ada yang cocok dengan kopi campur gula atau susu. Takaran yang benar tidak akan membuat kopi terasa hambar atau terlalu pahit. Timbangan dapat memberikan ukuran yang akurat kala kamu ingin menyeduh kopi.

Alat Seduh Yang Digunakan

Setiap alat kopi memiliki cara beragam untuk memperoleh ekstrak kopinya. Pilih alat brewingmanual yang pas dengan jenis biji kopi yang kamu sukai. Atau bisa juga memilih alat brewing yang menurut kamu paling mudah dipakai. Faktanya cara menekan dan menyeduh adalah dua hal paling umum untuk dilakukan sendiri.

Perhatikan Suhu Air Yang Tepat

Brewing kopi menggunakan air panas. Seringkali temperatur air dengan menggunakan galon tidak sesuai standar yang pas untuk diaplikasikan untuk penyeduhan secara manual. Idealnya, kamu perlu tahu kamau suhu terbaik untuk kopi adalah sekitar 95 derajat – 100 derajat.

Kurang dari suhu tersebut aroma kopi tidak keluar dan melebihinya akan merusak rasa kopi. Kamu dapat dengan mudah mendapat suhu air yang pas dengan membeli thermometer..

Giling Kopi Pas Kekasaran

Seduh untuk tiap alat manual brewing memerlukan biji kopi yang digiling dengan tingkat kehalusan tertentu. Karena akan diseduh secara manual ada alat yang perlu digiling dengan lebih halus dibandingkan alat lainnya. Tingkat kehalusan biji kopi untuk french press berbeda dengan teknikseduh pour over misalnya.

Mulai dari gilingan super fine atau sangat halus hingga coarse seperti kerikil diseusaikan dengan metode brewing yang dipakai. Kopi sanger membutuhkan biji kopi yang digiling halus, sedangkan tingka medium lebih cocok untuk alat Pour Over. Kamu butuh grinder yang tingkat kehalusannya dapat disesuaikan bila punya beberapa alat brewing manual.

Buat Tanggalan

Membeli biji kopi harus seksama menjaga kualitas dengan meperhatikan tanggalannya. Hal ini sangat penting bila produsen yang memprduksi tidak mencantumkan tanggal kadaluarsa. Ada saja pihak roaster yang luput mencantumkannya pada kemasan. Waktu aman untuk menyimpan kopi adalah enam bulan sejak diterima

Simpan Rapat Kopi

Selain memperhatikan kemasan, tanggal kadaluarsa dan kesegaran biji kopi, tempat kamu menyimpannya juga perlu diperhatikan. Terutama bila wadah yang dimiliki tidak sesuai dengan kemasan yang dibeli. Pastikan wadah kopi kamu dapat ditutup rapat dan tidak dibiarkan sedikit lebih banyak dari daya tampung sebenarnya.

Menjaga Kebersihan Alat Kopi

Alat seduh yang sering dipakai harus dijaga kebersihannya. Perhatikan sisa air yang dapat mempengaruhi hasil brewing. Menggunakan alat brewing yang sudah lama tidak digunakan juga perlu diperiksa bila ada plak atau jamur. Untuk kebersihan ekstra, gunakan air panas sebelum melakukan penyeduhan kopi.

Kopi dengan hasil racikan manual brew memberikan sensasi berbeda-beda tiap kali kamu menyeduhnya. Mungkin awalnya hanya akan terasa pahit, namun bila diperhatikan ada ciri khas tertentu dari tiap cangkirnya. Bisa dari teknik yang digunakan, kualitas biji kopi atau bahkan waktu penyeduhannya.

Jadi, ketahui teknik manual brewing yang pas sesuai selera untu menghasilkan kopi yang enak. Teknik ini dapat dengan menarik menonjolkan rasa kopi secara beraneka. Gerak manualnya memberikan sentuhan manuasiawi yang tidak akan bisa ditiru oleh mesin pembuat kopi. Toh, hari demi hari tidak selalu sama dan wajar saja kalau seduhan kopi kamu pun berbeda.