Salam dari Biji Kopi Nusantara

Kopi adalah salah satu minuman yang saat ini sangatlah populer di masyarakat Indonesia dan  Internasional. Apalagi ada banyak daerah penghasil kopi di Indonesia yang memiliki keunikan dan karakteristiknya masing masing.

Beberapa jenis kopi Indonesia ini bahkan ada yang menjadi kopi terbaik di kancah dunia. Posisinya pun tak main-main, karena mampu bersaing di urutan ke 4 dari kopi diseluruh dunia loh. Sehingga tak heran jika Indonesia disebut dengan surganya kopi yang berkualitas. Biar makin paham, yuk simak mana saja daerah penghasil biji kopi berkualitas!

Daerah Penghasil Kopi di Indonesia yang Berkualitas Tinggi

Berikut ini beberapa daerah di Indonesia yang terkenal dengan hasil perkebunan biji kopinya.

Tana Toraja, Sulawesi

Kopi Toraja Sulawesi
Photo by Ezaberwisata

Tana Toraja menjadi daerah penghasil kopi di Indonesia yang kualitasnya diakui penikmat kopi nusantara maupun internasional. Daerah Tana Toraja ini berada di Sulawesi Selatan dengan mayoritas perkebunannya ada di kawasan Toraja Utara.

Dataran di sini memiliki ketinggian rata-rata berkisaran 1.000-1.500 meter di atas permukaan laut. Iklimnya pun cenderung tropis basah dengan curah hujan sedang-tinggi yang membuatnya menjadi habitat ideal bagi tanaman kopi.

Lereng Gunung Sesean menjadi perkebunan biji kopi di Tana Toraja dan ditanam berdekatan dengan tanaman rempah yang berbau wangi. Inilah penyebab mengapa Kopi Toraja mempunyai cita rasa unik yang fruity, serta after taste tak terlalu pahit. Karakteristik bentuk kopi ini tidak beraturan dengan warna cokelat tua, yang membuatnya mudah untuk dikenali.

Sidikalang, Sumatera Utara

Kebun Kopi Sidikalang Sumatera Utara
Photo by Kopisiantar

Sidikalang berada pada kawasan pegunungan yang sejuk di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara. Kondisi subur di pegunungan dengan udara sejuk membuat Sidikalang menjadi salah satu daerah penghasil kopi di Indonesia yang terbaik. Biji kopi yang dihasilkan dari Sidikalang ini kualitasnya sudah tidak diragukan lagi oleh para pecinta kopi terutama single origin coffee. Kerennya lagi, jenis arabika kopi Sidikalang ini adalah varietas paling tua atau typica di Ethiopia loh.

Bagi kamu yang mengaku pecinta kopi, tentu wajib deh buat merasakan nikmatnya biji Kopi Sidikalang. Soalnya, kamu bakal disuguhi minuman kopi dengan tingkat keasaman yang cukup rendah. Uniknya lagi, aroma kopi Sidikalang ini mempunyai aroma khas kacang-kacangan dan coklat yang menggoda. Sehingga wajar jika kopi Sidakalang ini kerap dibanding-bandingkan dengan kopi Brazil sebagai kualitas kopi terbaik.

Mandailing Natal, Sumatera Utara

Kebun dan Petani Kopi Mandailing Natal
Photo by Gordi

Daerah penghasil kopi di Indonesia selanjutnya adalah Kabupaten Mandailing Natal Provinsi Sumatera Utara. Lokasi perkebunannya berada di pegunungan Bukit Barisan dengan kesuburan tanah yang begitu tinggi. Jenis biji kopi yang dihasilkan dari kawasan perkebunan ini adalah arabika.

Ketika menjajal rasa kopinya, kamu bakal disuguhi dengan rasa asam yang relatif rendah serta after test manis khas biji kopi Mandailing. Aroma kopinya pun memiliki wangi bunga dan buah yang begitu harum, sehingga bikin para penikmat kopi ketagihan buat kembali menyeruputnya. Saking nikmatnya, kopi Mandailing juga kerap dipakai sebagai house blend di berbagai coffee shop di Indonesia maupun negara lain loh.

Kintamani, Bali

Kebun dan Petani Kopi Kintamani
Photo by Destinasian

Berjalan-jalan ke Bali, tak lengkap deh jika kamu melewatkan oleh-oleh kopi Kintamani. Soalnya, olahan biji kopi dari Kintamani memiliki kualitas yang ngga diragukan lagi loh di Indonesia maupun pasar internasional.

Sesuai namanya, perkebunan biji kopi ini berada di kawasan Kintamani lereng Danau Batur. Kondisi tanah di lereng pegunungan ini sangatlah subur karena merupakan hasil dari debu vulkanik gunung berapi. Tingkat kesuburan inilah yang membuat hasil perkebunan dari daerah penghasil kopi di Indonesia mempunyai kualitas tinggi.

Dibandingkan biji kopi dari beberapa daerah lain, kopi Kintamani memiliki kekentalan yang relatif sedang. Tingkat keasamannya pun cenderung rendah dan tidak menghasilkan rasa sepat di mulut. Ada satu lagi nih keistimewaan yang dimiliki oleh kopi Kintamani arabika. Olahan biji kopi ini akan memberikan aroma citrus dan juga rempah ketika kamu menyeduhnya.

Tak hanya itu, masih ada faktor lain loh yang menyebabkan biji kopi ini berkualitas tinggi. Faktor tersebut adalah penggunaan varietas kopi pilihan yang terbaik, tata cara pemetikan saat panen, serta faktor lahan. Coba kamu perhatikan ketika melewati perkebunan kopi di Kintamani. Di sana kamu akan melihat tanaman kopi yang ditanam di sekitar pohon buah. Lokasi penanaman tersebut akan sangat berpengaruh pada cita rasa biji kopi yang beraroma jeruk dan fruity.

Wamena, Papua

Kopi Wamena Papua
Photo by Rendystones

Daerah penghasil kopi di Indonesia selanjutnya ada di kawasan nusantara bagian timur, yaitu Papua. Perkebunan kopi ini terdapat di Lembah Baliem Wamena, dan juga Lembah Kamu Nabire. Kebun kopi yang berada di Lembah Baliem, tumbuh pada ketinggian antara 1.200-1.600 meter di atas permukaan laut.

Suhu diketinggian tersebut sangatlah ideal untuk dijadikan habitat tanaman kopi, yakni mencapai 15 derajat celcius ketika malam hari. Untuk tanaman kopi arabika, lahan yang semakin tinggi akan membuat kualitas biji kopi makin baik.

Selain itu, kopi Wamena juga ditanam di bawah pohon tinggi sebagai naungan. Tujuannya adalah untuk membatasi cahaya matahari yang langsung mengenai tanaman kopi. Kehadiran pohon juga dapat dijadikan pupuk alami yang didapatkan dari dedaunan yang jatuh. Kearifan lokal dapat kamu temukan di kawasan perkebunan kopi Kaliandra, Abizia, dan juga Erytrhina. Proses penanaman inilah yang dianggap menjadi penyebab tekstur Kopi Wamena cenderung ringan dan minim ampas.

Cara penanaman kopi di daerah ini adalah tumbuh secara alami, sehingga biji kopi yang dihasilkannya organik. Cita rasa yang dihadirkan juga memiliki kadar asam rendah, yang tak akan menyebabkan gangguan lambung. Kamu pun akan disuguhi ingredients dengan rasa yang pas dan lembut, serta sweetness sedang. Aromanya juga cenderung memberikan sensasi coklat dan bunga yang begitu harum. Sementara untuk flavor note nya relatif earthy, serta adanya sensasi rasa herbal dengan aftertaste smokey.

Ijen Raung, Jawa Timur

Kebun Kopi Bondowo Ijen Raung
Photo by Fully Syafi on Beritagar

Kawasan Ijen Raung merupakan daerah penghasil kopi di Indonesi dengan varietas Blue Mountain atau Java Blue Mountain. Perkebunan yang berlokasi di Kabupaten Bondowoso ini menghasilkan biji kopi yang kerap dijadikan primadona kopi arabika loh. Lalu apa sih istimewanya varietas Blue Mountain dari Kopi Ijen Raung ini? Perlu kamu tahu, varietas Blue Mountain merupakan varietas biji kopi langka. Tak banyak petani yang bertanam jenis kopi varietas ini lantaran produktivitasnya yang kurang baik.

Tingkat produktivitas tersebut hanya berada di kisaran 50-60%, jauh di bawah Cobra, Catimor. Lini S, USDA, dan varietas lainnya. Dengan persentase seperti ini tentunya petani kopi akan kurang beruntung jika menanam varietas Blue Mountain. Apalagi sistem penjualannya biji kopi dalam bentuk Cerry Red atau glondongan merah.

Selain itu, biji kopi dari daerah Ijen Raung juga punya cita rasa yang unik. Rasakan sensasi sedikit pedas saat kamu mulai menyeruputnya. Kamu pun bakal mencium aroma wangi melati yang cukup kuat, sweet like sugar cane, serta juicy body sebagai daya tariknya. Cita rasa inilah yang juga menjadi salah satu keistimewaan dari kopi Ijen Raung varietas Blue Mountain.

Gayo, Aceh

Kebun Kopi Gayo Aceh
Photo by Pesona.Travel

Daerah penghasil kopi di Indonesia yang pertama adalah Gayo Aceh. Kawasan ini berada di lereng bukit yang mengitari kota Takengon dan Danau Tawar, sehingga mempunyai tingkat kesuburan tanah yang sangat baik. Kondisi tanah seperti ini tentu akan memaksimalkan hasil produksi biji kopi yang dihasilkan perkebunan. Dan perlu kamu tahu, bahwa kualitas kopi arabika Gayo jadi salah satu jenis kopi arabika terbaik di dunia loh. Keunikan biji kopi di daerah ini adalah tingkat kekentalannya yang cukup ringan, cita rasa asam yang khas dan tak terlalu pahit.

Selain itu, aroma kopi Gayo juga memiliki wangi yang khas. Untuk proses penanaman biji kopi Gayo tidaklah menggunakan pupuk buatan. Melainkan hanya menggunakan pupuk alami, sehingga kerap disebut dengan Green Beans. Ditambah lagi, varietas biji kopi yang digunakan sangatlah berkualitas tinggi. Maka tak heran jika produk kopi Gayo memiliki karakter dan cita rasa yang unik. Proses alami dan cita rasa inilah yang membuat harga kopi Gayo melambung tinggi di pasar internasional.

Bahkan di tahun 2010, Sertifikat Fair Trade dari Organisasi Internasional Fair Trade Coffee memberikan penghargaan pada kopi Gayo sebagai kopi dengan kualitas terbaik. Diperolehnya penghargaan ini sangatlah berpengaruh terhadap perkembangan kopi Indonesia. Sehingga kualitas kopi Gayo dihargai oleh penikmat kopi dunia.

Bajawa Flores, Nusa Tenggara Timur

Kebun dan Petani Kopi Bajawa Flores
Photo by Kompasiana

Flores tak hanya terkenal dengan kekayaan alamnya, tapi juga dikenal sebagai daerah penghasil kopi di Indonesia. Hasil perkebunan kopinya juga berbeda dibanding biji kopi dari daerah lain. Penyebabnya, kawasan di Bajawa ini punya iklim cukup unik. Suhu dan iklimnya berada di iklim tropis Indonesia dan juga iklim subtropis Australia yang akan mempengaruhi kualitas kopi di daerah Flores. Ditambah lagi lokasinya berada di kawasan pegunungan yang memiliki tanah subur dari abu vulkanis.

Dari segi kualitas rasa, Kopi Bajawa Flores ini juga tak kalah dari kopi ekspor lainnya. Karakter kopi tersebut memiliki tingkat keasaman sedang, serta beraroma nutty atau kacang-kacangan. Saat menikmatinya, kamu akan merasakan after taste Kopi Bajawa ini seperti tembakau.

Tanggamus, Lampung

Kebun dan Petani Kopi Tanggamus Lampung
Photo by Matanurani

Salah satu daerah penghasil kopi di Indonesia yang memiliki kualitas biji kopi terbaik adalah Lampung. Lokasi perkebunannya ada di Gunung Tanggamus dengan ketinggian sekitar 2.100 meter di atas permukaan laut atau kurang lebih 6.800 kaki. Perkebunan kopi Gunung Tanggamus ini memiliki lahan paling besar dan terbaik yang ada di Lampung.

Berada di kaki dan lereng Gunung Tanggamus, perkebunan ini memproduksi varian kopi robusta. Iklim pegunungannya yang sejuk dengan tanah yang begitu subur, membuat kualitas kopi Tanggamus diminati pasar internasional. Pengolahan kopi di perkebunan Tanggamus ini menghasilkan robusta yang beraroma kuat, serta cita rasa seperti coklat. Hal ini disebabkan oleh kondisi tanah dan perkebunannya yang ideal untuk tanaman kopi robusta.

Itulah tadi beberapa daerah penghasil kopi di Indonesia yang memproduksi biji kopi berkualitas tinggi. Sebenarnya, hampir seluruh daerah di nusantara memiliki perkebunan kopi yang berkualitas. Perkebunan tersebut biasanya dimiliki oleh petani kecil, sebagai produsen kopi lokal. Nah, jika merasa bahwa kamu adalah seorang pecinta kopi, kamu wajib deh mencoba olahan biji kopi dari berbagai daerah di Indonesia. Dari semua perkebunan kopi di atas, kopi daerah mana nih yang kamu minati?